HomeBahan AjarTugas Kelompok 7 Kelas 8B Mata Pelajaran Quran Hadis

Tugas Kelompok 7 Kelas 8B Mata Pelajaran Quran Hadis

Tugas Kelompok 7 Kelas 8B Mata Pelajaran Quran Hadis

Surat Al -Baqarah 254 & 261~MTsN 2 Kota Bandung Kelas 8B~kelompok 7
Kelompok 7:
-Zahran
-Raffi
-Roby
-Syamil

Isi Kandungan QS. Al-Baqarah (2): 254

Surah Al-Baqarah adalah surah ke 2 dalam al-Qur‘an . Surah Al-Baqarah termasuk surat Madaniyah karena diturunkan di kota Madinah. Surah Madaniyah isinya cenderung seruan agar orang-orang beriman melaksanakan kewajiban beribadah, beramal saleh dan berjuang di jalan Allah Swt.

Secara umum penduduk Madinah mudah diajak dialog dan terbuka terhadap perubahan. Mereka memiliki akhlak baik, tidak berjudi, tidak mabuk-mabukkan dan mayoritas beriman kepada Allah Swt.

Secara umum pada zaman Rasulullah Saw. profesi orang-orang Madinah adalah sebagai petani. Oleh karena itu karakter orang Madinah terkenal ramah, tolong menolong, berakhlak mulia dan sangat terbuka, serta sangat menjunjung tinggi kebersamaan. Orang Madinah jauh dari nuansa kekerasan,

Sehingga dalam QS. Al-Hasyr (59): 9 Allah Swt. berfirman yang artinya ” Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”

Dengan demikian QS. Al-Baqarah (2): 254 sangat sesuai dengan karakter orang-orang Madinah untuk mendapat seruan Allah Swt. agar mereka menunjukkan kualitas keimanannya dengan menginfakkan sebagian rezekinya.

Dalam QS. Al-Baqarah (2): 254 Allah Swt. menyeru orang-orang yang beriman agar menafkahkan hartanya, baik sedekah yang wajib (zakat) maupun sedekah yang sunnah. Dan hendaknya bersegera untuk menafkahkan sebagian rezeki yang Allah Swt. karuniakan sebelum datangnya hari kiamat. Karena setelah kiamat tiba maka seseorang tidak dapat menebus dirinya dengan harta apapun. Pada saat itu tidak ada pertolongan dari sahabat dan kerabat, bahkan keturunan pun tak ada yang peduli lagi.

Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. al-Mukminun (23 ): 101, yang artinya “Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak ada pula mereka saling bertanya”

Isi Kandungan QS. Al-Baqarah (2): 261

Dalam QS. Al-Baqarah (2): 261 Allah Swt. Memberikan perumpamaan bahwa orang yang menginfakkan hartanya dengan ikhlas di jalan Allah Swt. akan dilipatgandakan pahalanya sampai tujuh ratus kali lipat. ―orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.” Ini menunjukkan bahwa amal solih itu dilipat gandakan pahalanya oleh Allah Swt. Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia menceritakan, Rasulullah Saw. bersabda : “Setiap amal perbuatan anak Adam, satu kebaikan dilipat-gandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat atau bahkan lebih sesuai kehendak Allah. Allah berfirman: “Kecuali puasa, karena ia untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala atasnya. Ia meninggalkan makanan dan minuman karena-Ku.‟ Dan orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya. Dan bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Puasa itu perisai. Puasa itu perisai.” (HR. Muslim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest articles