HomeBahan AjarTugas Kelompok 3 Kelas 8H Mata Pelajaran Quran Hadis

Tugas Kelompok 3 Kelas 8H Mata Pelajaran Quran Hadis

Tugas Kelompok 3 Kelas 8H Mata Pelajaran Quran Hadis

KUBERBAGI INFAK DAN SEDEKAH DENGAN IKHLAS QS. Al-Fajr 15-18

Sungguh beruntung orang-orang yang diberi rezeki berlimpah oleh Allah Swt. Namun demikian perlu disadari bahwa rezeki adalah amanah dari Allah Swt. yang harus dikelola dan digunakan sesuai ketentuan-Nya. Rezeki yang kita miliki bukanlah utuh menjadi hak milik pribadi, tetapi di dalamnya ada hak-hak orang lain yang harus kita berikan kepadanya. Sebagai orang yang beriman, bagaimana kita bersikap terhadap rezeki, bagaimana kita memperlakukan rezeki, dan apa keuntungan bagi orang-orang yang menginfakkan? Dalam bab ini kalian akan mempelajari
Firman Allah Swt. QS. Al-Fajr (89): 15-18, QS. Al-Baqarah (2): 254 dan 261 tentang infaq, sedekah di jalan Allah Swt.

1. Makna Infak dan Sedekah

Infak berasal dari kata anfaqa-yunfiqu yang artinya membelanjakan atau membiayai yang berhubungan dengan perintah-perintah Allah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia infak adalah pemberian (sumbangan) harta dan sebagainya (selain zakat wajib) untuk kebaikan. Sedangkan menurut istilah, infak adalah mengeluarkan atau memberikan sebagian dari harta atau pendapatan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan dalam ajaran Islam. Infak berbeda dengan zakat, infak tidak mengenal istilah nisab dan jumlah yang ditentukan secara hukum tetapi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dan penerimanya pun tidak ditentukan sebagaimana zakat. Infak dapat diberikan kepada mustahik zakat dan selain mustahik zakat seperti keluarga dan kerabat, bahkan untuk membiayai kebutuhan diri sendiri. Lebih luas lagi pengertian sedekah, meliputi harta dan jasa, bahkan senyum pun sebagai sedekah. Membuang ranting atau duri dari jalan pun sedekah. Infak dan sedekah hendaklah dengan harta yang baik. Firman Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah (2) : 267, berfirman ; “Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan dari padanya , padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.
Lalu kepada siapa kita memberikan infak dan sedekah? Dalam QS. At-Taubah (09):60 Allah Swt. berfirman ; “Sesunguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mua‟allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Infak dan sedekah hendaklah dilakukan hanya karena Allah. Dalam QS. Yusuf (12):88 Allah Swt. berfirman: “Dan bersedekahlah kepada Kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada
orang-orang yang bersedekah”.

2. Isi Kandungan QS. Al-Fajr (89): 15-18

Bacalah QS. Al-Fajr (89): 15-18. Kemudian tulislah dengan baik dan benar!

فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ
وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ
كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَۙ
وَلَا تَحٰۤضُّوْنَ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۙ

Artinya: “Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.”Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinaku.”Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin.

Tinjauan Ayat

Surah Al-Fajr adalah surah ke 89 dalam al-Qur‘an . Surah Al-Fajar termasuk surat makiyah karena diturunkan di kota Makkaah. Surah makiyah berisi seruan agar manusia berakhlak, bertauhid , beribadah hanya kepada Allah Swt. karena secara umum orang-orang Makkah zaman jahiliyah memiliki akhlak buruk, berjudi, mabuk mabukan dan menyembah kepada selain Allah Swt.
Orang-orang Makkah pada zaman jahiliyah umumnya berprofesi sebagai pedagang. Maka cara berpikir mereka pun lebih bersifat transaksional. Mereka lebih berpedoman pada untung dan rugi. Oleh karena itu orang-orang Makkah susah diajak dialog, susah diajak gotong royong, susah menerima seruan untuk bertauhid dan beribadah hanya kepada Allah Swt. karena bagi mereka semua itu tidak menguntungkan. Maka dalam surah Al-Fajr ini Allah Swt. menceritakan kepada orang-orang Makkah azab yang dialami kaum Ad, kaum Samud, Fir‘aun karena tidak beriman kepada Allah Swt.
Secara khusus QS. Al-Fajr (89): 15-18 diturunkan sebagai peringatan kepada orang-orang Makkah agar mereka meyakini bahwa Allah Swt. Maha pemberi rezeki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest articles