HomeArtikelPANDEMI DAN KI HAJAR DEWANTARA

PANDEMI DAN KI HAJAR DEWANTARA

Mungkin anda masih ingat, beberapa waktu lalu viral di media sosial video orang tua yang mengalami kesulitan dalam membelajarkan putra-putrinya di masa pembelajaran jarak jauh. Memang cukup mengundang tawa. Namun, di balik itu ada pesan tersirat mengenai peran orang tua dalam mendukung kemajuan anaknya, disamping keberadaan sekolah dan masyarakat.

Tiga institusi yang dikenal sebagai “Tri Pusat Pendidikan”, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat, terasa sinergisnya selama masa pandemi. Bagaimana tidak, pembelajaran jarak jauh menuntut kepedulian semua pihak demi keberlangsungan pendidikan di masa social and physical distancing ini.

Memasuki tahap pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT), ikatan emosional yang terjalin erat antara anak dan orang tua selama pandemi hendaknya tidak menjadi renggang kembali. Orang tua tetaplah sebagai guru utama bagi anak-anaknya.

Demikian pula dengan masyarakat yang merupakan salah satu pilar penegak pendidikan. Aturan-aturan masyarakat yang dibuat sejak masa pandemi hendaknya tetap terpelihara dan dilaksanakan.

Sungguh, ajaran Ki Hajar Dewantara sangat visioner. Melampaui zamannya. Tetap aktual hingga kini. Pemikir pendidikan barat seperti Montessory pada tahun 1940-an pernah berkunjung ke Perguruan Taman Siswa untuk belajar kepada Ki Hajar Dewantara. Gagasan dan pemikiran Ki Hajar Dewantara justru banyak digunakan di negara Eropa seperti Finlandia yang saat ini dikenal sebagai negara dengan sistem pendidikan paling baik di dunia. Bagaimana dengan kita sebagai pemiliknya?

Sumber: Idris Apandi dan Sri Rosdianawati. (2020), Penguatan Peran Guru Penggerak di Era Merdeka Belajar, Yogyakarta: Samudra Biru

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest articles